Liberalisme yang dekat dengan kapitalisme, memiliki asumsi dasar yaitu bahwa manusia akan cenderung meminimalisir konflik. Maka dari itu, dalam memenuhi kebutuhan nasionalnya, negara akan bersifat terbuka dan bekerjasama. Menurut Prof. Dr. Mohtar Mas’oed, Profesor Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, liberalis mau bekerja sama untuk mencapai kepentingan bersama, dan pada dasarnya, kepentingan nasionalnya akan selalu selaras dengan kepentingan internasionalnya. Maka dari itu, berbeda dengan merkantilisme di mana game theory-nya zero-sum game, di mana keuntungan suatu negara menjadi kerugian bagi negara lain, liberalisme menganut positive-sum game, yaitu pasar akan memberikan keuntungan maksimal baik bagi individu, rumah tangga maupun perusahaan. Kapitalisme sendiri, secara teoritik, dasar – dasarnya diletakkan oleh ajaran yang berakar pada filsafat Adam Smith. Adam Smith melalui “ The Wealth of Nations (1776)” menempatkan dirinya sbeagai pencetus pertama teori kapi...