Postingan

Special 1 : Strategi Meningkatkan Produksi Dalam Negeri

Gambar
       Sebagaimana telah disinggung sebelumnya di Materi 5 : Perspektif Strukturalisme , Model Pembangunan yang mereka usung mengajukan gagasan bahwa percepatan industrialisasi akan semakin mengurangi ketergantungan negara berkembang kepada negara maju, yang mana ketergantungan tersebut justru dapat menjadi pemantik konflik antar-negara. Percepatan industrialisasi dalam negeri ini tentu akan meningkatkan produksi dalam negeri.             Apabila memang model pembangunan strukturalis ini dapat diwujudkan, maka industri di negara – negara berkembang, seperti Indonesia, akan tumbuh lebih cepat, lebih besar dan tentunya menghidupi banyak orang. Tetapi, perlu kita sadari, model pembangunan yang diusung strukturalis ini memiliki cacat alias tidak sempurna. Semua perspektif ekonomi memiliki caranya masing – masing untuk meningkatkan perekonomian negaranya, termasuk proses percepatan industrialisasi dalam rangka menin...

Materi 7 : Ekonomi Politik Pembangunan

Gambar
       Di dunia kita ini, dikenal istilah untuk membagi capaian pembangunan negara, yaitu negara maju dan negara berkembang. Negara berkembang atau secara resmi disebut sebagai Least Developed Countries (LDCs) merupakan negara yang pendapatannya rendah dan terkendala dalam mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan. Kendala itu bisa berupa kemiskinan dan banyaknya masyarakat yang kurang berpendidikan. Negara – negara ini juga rentan terhadap guncangan ekonomi dan lingkungan, sehingga aset negaranya cenderung rendah. Dilansir dari laman resmi PBB, saat ini ada 47 negara yang masih tergolong LDCs.             Ada banyak sekali teori – teori yang terkait dengan ekonomi politik pembangunan, namun dalam blog ini penulis akan menjabarkan tiga saja teori – teori yang berkaitan dengan mengapa negara harus mempunyai andil besar dalam pembangunan ekonomi.   1. Teori Keynesian Teori Keynes didasarkan pada kejadian ...

Materi 6 : Kosmopolitanisme Ekonomi

Gambar
  Kosmopolitanisme, secara etimologi, berasal dari bahasa Yunani, yaitu “kosmos” yang berarti dunia, dan “polites” yang berarti warga. Dalam ekonomi politik internasional, kosmpolitanisme merupakan sebuah gagasan yang mengusung moral kemanusiaan. Oleh karena itu, kosmpolitanisme diilhami oleh sudut pandang liberal. Dalam kosmpolitanisme, bekerja sama untuk mencapai kepentingan bersama adalah salah satu perwujudan perdamaian dunia. Pandangan ini tentu tidak asing bagi kita, karena liberalisme telah sejak dahulu mempromosikan ini. Kosmpolitan sangat bersemangat dalam mempromosikan global society / world citizen atau warga dunia. Maksudnya ialah, setiap individu tidak hanya dilabeli oleh warga negara sesuatu, namun masuk juga sebagai anggota komunitas masyarakat dunia. Sekarang kita beralih ke world citizen . Kosmopolitanisme, memang dapat secara sederhana dimaknai sebagai “semua suku bangsa merupakan satu komunitas tunggal dengan standar moralitas universal, yang mana harus mampu m...

Materi 5 : Perspektif Strukturalisme

Gambar
  Perspektif strukturalisme, yang merupakan turunan dari Marxisme, cukup baik dalam memberikan penjelasan mengenai gap pembangunan dan keterbelakangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Strukturalis menolak beberapa teori – teori ekonomi terkenal pada masanya, seperti teori Keunggulan Komparatif karya David Ricardo ataupun teori dari duet Harrod-Domar yaitu teori Pembangunan. Mari kita bedah kritik kaum strukturalis kepada teori tersebut.   1. Kritik Strukturalis kepada Teori Keunggulan Komparatif karya David Ricardo             Seperti yang telah dijelaskan dalam Materi 3: Perspektif Liberal – Kapitalisme , teori Ricardo ini mengatakan bahwa setiap negara harus memiliki spesialisasi dalam produksi barang, sehingga menciptakan perdagangan internasional yang lebih efisien. Bagi strukturalis, teori tersebut hanya bersifat ideal saja. Jawaban secara fundamental yang dibutuhkan bagi para strukturalis yang bersifat...

Materi 4 : Perspektif Marxisme

Gambar
               Berbeda dengan liberal – kapitalis, marxisme (atau para penganutnya disebut marxis) memiliki asumsi dasar yaitu bahwa ekonomi harus digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kelas. Bagi Marxis, perekenomian adalah tempat eksploitasi dan perbedaan kelas. Kelas di sini dimaksudkan kelas – kelas sosial yang eksis dalam tatanan masyarakat. Kelas – kelas sosial tersebut menjadi aktor dominan dalam ekonomi politik internasional. Kelas – kelas tersebut, sebagaimana kita ketahui, terbagi menjadi dua, yaitu: kelas borjuis, yang memegang dan memiliki alat – alat produksi, serta kelas proletar, yang memegang tenaga, pemilik tenaga, lalu menjual tenaganya tersebut ke kaum borjuis, atau secara umum kita sebut sebagai kaum buruh. Bagi Marxis, para pemegang modal atau pemilik alat – alat produksi tersebut adalah kaum kapitalis yang suka menindas kaum buruh. Di sini jelas dapat kita artikan bahwa kelas proletary pasti bertindak atas ke...

Materi 3 : Perspektif Liberal - Kapitalisme

Gambar
  Liberalisme yang dekat dengan kapitalisme, memiliki asumsi dasar yaitu bahwa manusia akan cenderung meminimalisir konflik. Maka dari itu, dalam memenuhi kebutuhan nasionalnya, negara akan bersifat terbuka dan bekerjasama. Menurut Prof. Dr. Mohtar Mas’oed, Profesor Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, liberalis mau bekerja sama untuk mencapai kepentingan bersama, dan pada dasarnya, kepentingan nasionalnya akan selalu selaras dengan kepentingan internasionalnya. Maka dari itu, berbeda dengan merkantilisme di mana game theory-nya zero-sum game, di mana keuntungan suatu negara menjadi kerugian bagi negara lain, liberalisme menganut positive-sum game, yaitu pasar akan memberikan keuntungan maksimal baik bagi individu, rumah tangga maupun perusahaan. Kapitalisme sendiri, secara teoritik, dasar – dasarnya diletakkan oleh ajaran yang berakar pada filsafat Adam Smith. Adam Smith melalui “ The Wealth of Nations (1776)” menempatkan dirinya sbeagai pencetus pertama teori kapi...