Materi 4 : Perspektif Marxisme

 


            Berbeda dengan liberal – kapitalis, marxisme (atau para penganutnya disebut marxis) memiliki asumsi dasar yaitu bahwa ekonomi harus digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kelas. Bagi Marxis, perekenomian adalah tempat eksploitasi dan perbedaan kelas. Kelas di sini dimaksudkan kelas – kelas sosial yang eksis dalam tatanan masyarakat. Kelas – kelas sosial tersebut menjadi aktor dominan dalam ekonomi politik internasional.

Kelas – kelas tersebut, sebagaimana kita ketahui, terbagi menjadi dua, yaitu: kelas borjuis, yang memegang dan memiliki alat – alat produksi, serta kelas proletar, yang memegang tenaga, pemilik tenaga, lalu menjual tenaganya tersebut ke kaum borjuis, atau secara umum kita sebut sebagai kaum buruh. Bagi Marxis, para pemegang modal atau pemilik alat – alat produksi tersebut adalah kaum kapitalis yang suka menindas kaum buruh. Di sini jelas dapat kita artikan bahwa kelas proletary pasti bertindak atas keinginan kaum borjuis.

Para buruh yang merasa tertindas, tidak bebas, dan terkungkung oleh keinginan dan ambisi kaum borjuis kemudian bersatu dan melakukan aksi pengrusakan terhadap pabrik dan mesin - mesin. Di tengah aksi pengrusakan akibat kekecewaan ini, sosialisme kemudian tampil sebagai paham yang membela kaum buruh. Akhir abad ke-19, paham sosialisme, dengan berbagai alirannya, mulai mendapat pengakuan secara luas di Eropa.

Karl Marx, sebagai pencetus Marxisme, tidak mengikuti paham sosialisme yang saat itu gencar di Eropa. Ia membangun kritik – kritik intelektualnya terhadap sistem kapitalisme. Kritik – kritik itu menandai suatu perubahan yang sangat revolusioner dalam pemikiran ekonomi politik internasional. Marx menolak teori interdependensi kapitalis, dan lebih berfokus pada pemaknaan hubungan antar negara sebagai dependensi. Dependensi negara ini tentu akan menguntungkan negara inti (core) ketimbang negara periferi (periphery). Mengapa? Karena negara inti akan terus meraup keuntungan dari negara periferi yang bergantung pada mereka.

. Maka dari itu, Marx dan Engels, yang melahirkan Manifesto Komunis memandang hal tersebut sebagai pertentangan antar kelas. Untuk melawan tersebut, menurut Marx, produk yang tidak dapat dijual mengharuskan mesin – mesin milik borjuis untuk berhenti. Dan ketika pabrik – pabrik harus ditutup dan militansi proletariat terus menerus meningkat, revolusi sosial akan meletus. Revolusi sosial tersebut kemudian dimaknai sebagai pengalihan alat – alat produksi untuk kepentingan kaum proletar, yang menjadi kaum mayoritas.

Marx, dalam bukunya, The German Ideology (1845-1846), kemudian menguraikan perkembangan masyarakat ke dalam lima fase, yaitu :

1.      Masyarakat komunal primitif

2.      Masyarakat perbudakan

3.      Masyarakat feodal

4.      Masyarakat kapitalis

5.      Masyarakat sosialis

Fase – fase ini didasarkan atas empat unsur pembeda utama yaitu (1) produksi, (2) hubungan sosial produksi, (3) pembagian kerja, dan (4) bentuk pemilikan.

 

Dalam Modern-World System karya Immanuel Wallerstein, muncul pandangan ekonomi politik global kontemporer. Sistem dunia modern ini didasarkan pada perspektif Marxis, di mana menurutnya, negara – negara kapitalis (borjuis) secara sengaja mengeksploitasi negara – negara miskin untuk direnggut kekayaan alam dan tenaga kerjanya. Adanya negara inti, semi-periferi, dan peri-feri membuktikan ini.

Dalam Dualisme Ekonomi, yang didasarkan pada pandangan kaum liberal, evolusi atau perkembangan pasar dalam upaya dan tujuan mencapai efisiensi dan pemaksimalan kesejahteraan, keuntungan maksimal menjadi orientasi utama. Dalam mencapai keuntungan maksimal, perlu ada transformasi, inkorporasi, serta modernisasi ekonomi.

            Sementara itu, dalam Hegemonic Stability, yang di juga didasarkan pada asumsi liberal, pembentukan rezim akan menunjukkan dominasi aktor – aktor liberal. Hegemoni diperlukan dalam membentuk sebuah struktur baru, yang tertuang dalam berbagai bentuk legal atau aturan – aturan. Tujuan utamanya adalah menyeimbangkan pasar liberal, yang dianggap terlalu bebas. Adanya kesamaan kepentingan dan konsensus ideologi dapat melahirkan sebuah rezim.

 

Saran bacaan atau literatur terkait :

 

Karl Marx dan Friedrich Engels, Manifesto Komunis, 1848



Wallerstein, Immanuel. 2011. The Modern-World System I: Capitalist Agriculture and the Origins of the European World-Economy in the Sixteenth Century, California: University of California Press


Ingin baca materi lain? Kembali ke daftar isi dengan meng-klik gambar di bawah ini 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 6 : Kosmopolitanisme Ekonomi

Materi 3 : Perspektif Liberal - Kapitalisme