Materi 3 : Perspektif Liberal - Kapitalisme

 


Liberalisme yang dekat dengan kapitalisme, memiliki asumsi dasar yaitu bahwa manusia akan cenderung meminimalisir konflik. Maka dari itu, dalam memenuhi kebutuhan nasionalnya, negara akan bersifat terbuka dan bekerjasama. Menurut Prof. Dr. Mohtar Mas’oed, Profesor Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, liberalis mau bekerja sama untuk mencapai kepentingan bersama, dan pada dasarnya, kepentingan nasionalnya akan selalu selaras dengan kepentingan internasionalnya.

Maka dari itu, berbeda dengan merkantilisme di mana game theory-nya zero-sum game, di mana keuntungan suatu negara menjadi kerugian bagi negara lain, liberalisme menganut positive-sum game, yaitu pasar akan memberikan keuntungan maksimal baik bagi individu, rumah tangga maupun perusahaan. Kapitalisme sendiri, secara teoritik, dasar – dasarnya diletakkan oleh ajaran yang berakar pada filsafat Adam Smith. Adam Smith melalui “The Wealth of Nations (1776)” menempatkan dirinya sbeagai pencetus pertama teori kapitalisme modern.

            Pasar merupakan mekanisme yang paling relevan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Di pasar inilah, manusia harus diberikan kebebasan untuk berinteraksi tanpa intervensi dari pihak lain. Hal tersebut disebut “laissez faire”. Melalui semboyan tersebut, sistem ini memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mengatur dan mementukan kegiatan ekonominya. Sebuah negara ingin mencapai dan memaksimalkan kekayaan mereka dengan memberi kebebasan kepada masyarakatnya. Kebebasan individu inilah yang akan menciptakan kebebasan pasar.

            Ada banyak sekali penteori liberalisme dan kapitalisme. Adam Smith, melalui toeri invisible hand mengatakan bahwa negara tidak boleh mencampuri urusan pasar. David Ricardo kemudian menyempurnakan teori Smith melalui bukunya “Principles of Political Economy and Taxation” melalui teori yang bernama comparative advantage alias keunggulan komparatif. Teori Ricardo ini mengatakan bahwa setiap negara harus memiliki spesialisasi dalam produksi barang, sehingga menciptakan perdagangan internasional yang lebih efisien.

Peranan negara akan membatasi pasar sehingga mencegah munculnya potensi pasar yang menguntungkan. Pasar seharusnya berperan dalam memberi jaminan keamanan, kepastian hukum, melindungi hak milik, mencegah persaingan tidak sehat (monopoli), membangun infrastruktur, dan lain – lain. Tentu, harus ada batasan dari negara agar pasar tidak terlalu bebas juga. Pasar yang baik, akan memicu kerja sama yang baik juga. Namun, kerja sama yang baik ini justru akan memunculkan interdependensi.

       Dalam liberalisme, saling ketergantungan, atau interdependensi tersebut akan mencegah atau menahan diri negara – negara tersebut untuk melakukan serangan ke negara lain. Tercegahnya serangan ini diharapkan akan menciptakan perdamaian dunia.

 

 

Saran bacaan atau literatur terkait :

 

The Wealth of Nations, Adam Smith


On The Principles of Political Economy and Taxation, David Ricardo



Ingin baca materi lain? Kembali ke daftar isi dengan meng-klik gambar di bawah ini 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 6 : Kosmopolitanisme Ekonomi

Materi 4 : Perspektif Marxisme