Materi 1 : Pengantar Ekonomi Politik Internasional

 



         Disadur dari buku karya Moh. Nizar (“mantan” Dosen PA penulis blog ini), yang berjudul Ekonomi Politik Internasional Perspektif Historis dan Aktor, frasa “ekonomi politik merupakan gabungan dari dua kata, yaitu Ekonomi dan Politik. Secara etimologi, ekonomi berasal dari bahasa Yunani, oikos yang berarti rumah dan nomos yang artinya aturan, sehingga dapat didefinisikan sebagai aturan dalam manajemen rumah tangga. Sementara politik berasal dari kata polis yang artinya kota atau negara. Bisa kita simpulkan, ekonomi politik berarti suatu kajian yang mempelajari keterhubungan antara urusan ekonomi dan kegiatan politik, baik yang dilakukan oleh negara maupun non-negara.

    Sementara itu, jika kita jabarkan lebih lanjut, politik adalah seni negosiasi. Politik juga merupakan cara kita untuk memengaruhi orang lain. Perlu selalu kita pahami, bahwa politik bukan ‘barang kotor’. Stereotip politik yang kotor ini muncul akibat adanya penyelewengan kekuasaan dan konstitusi oleh para pejabat negara, sehingga masyarakat menganggap bahwa politik bukanlah sebuah arena yang bersih. Sementara, ekonomi sangat erat kaitannya dengan produksi, distribusi, dan konsumsi. Istilah ekonomi politik sendiri muncul dan diperkenalkan oleh seorang penulis Prancis, Antone de Montchetien dalam karyanya yang berjudul “Treatise on Political Economy”.

      Maka dari itu, ekonomi politik bukan barang biasa. Ibarat rasa, ekonomi politik merupakan varian yang sangat kompleks namun digandrungi banyak pihak. Di satu sisi, ekonomi selalu berhubungan dengan pasar serta persaingannya. Namun, dalam dunia internasional, kebijakan ekonomi luar negeri suatu negara, seperti sistem ekonomi yang mereka anut, akan selalu bersinggungan dengan politik luar negeri negara tersebut. Misal saja, ekspor senjata Amerika Serikat selalu mengarah ke negara – negara simpatisannya, seperti Israel. Hal ini dapat terjadi karena mereka membagikan kesamaan – kesamaan serta nilai – nilai tertentu.

 

Sebagai Contoh :

 

        Para pemilik dan pekerja perusahaan baja di Amerika Serikat mendorong pemerintahan Bush (Presiden Amerika Serikat sebelum Barack Obama) untuk menaikkan tarif baja, karena selama ini baja impor telah merenggut pasar Amerika sehingga perusahaan – perusahaan baja di Amerika Serikat tutup karena kalah saing dengan baja impor. Dorongan para pemilik dan buruh terhadap Bush ini bisa kita anggap sebagai lobi antara pekerja dengan pemerintah.

     Di lain sisi, CITAC, menyarankan pemerintahan Bush untuk menurunkan tarif baja. Hasilnya, Uni Eropa dan Jepang mengajukan retaliasi dan ingin menaikkan tarif barang impor yang masuk ke dalam negara mereka. Retaliasi di sini berarti perbuatan timbal balik. Contoh mudahnya ialah saat kita memblokir nomor gebetan kita, gebetan kita akhirnya juga memblokir nomor kita. Dalam peraturan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), tarif tidak bisa diubah seenaknya. Perubahan tarif akan menimbulkan masalah lain dan dapat memengaruhi perekonomian global.

 

Dari contoh di atas, kita bisa melihat sangkut pau tantara kebijakan ekonomi sebuah negara akan pula memengaruhi politik luar negeri negara tersebut. Dalam pandangan ekonomi politik terhadap kasus di atas, kita bisa melihat adanya proses lobi yang memengaruhi.  Maka dari itu, kebijakan yang dibuat oleh suatu negara dapat mempengaruhi negara lainnya.

 

 

Saran bacaan atau literatur terkait :

 


Mufti, Muslim. 2018. Ekonomi Politik. Bandung: Pustaka Setia



Nizar, Moh. 2019. Ekonomi Politik Internasional Perspektif Historis dan Aktor. Yogyakarta: Pustaka Ilmu Group



Ingin baca materi lain? Kembali ke daftar isi dengan meng-klik gambar di bawah ini 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 6 : Kosmopolitanisme Ekonomi

Materi 4 : Perspektif Marxisme

Materi 3 : Perspektif Liberal - Kapitalisme