Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Special 1 : Strategi Meningkatkan Produksi Dalam Negeri

Gambar
       Sebagaimana telah disinggung sebelumnya di Materi 5 : Perspektif Strukturalisme , Model Pembangunan yang mereka usung mengajukan gagasan bahwa percepatan industrialisasi akan semakin mengurangi ketergantungan negara berkembang kepada negara maju, yang mana ketergantungan tersebut justru dapat menjadi pemantik konflik antar-negara. Percepatan industrialisasi dalam negeri ini tentu akan meningkatkan produksi dalam negeri.             Apabila memang model pembangunan strukturalis ini dapat diwujudkan, maka industri di negara – negara berkembang, seperti Indonesia, akan tumbuh lebih cepat, lebih besar dan tentunya menghidupi banyak orang. Tetapi, perlu kita sadari, model pembangunan yang diusung strukturalis ini memiliki cacat alias tidak sempurna. Semua perspektif ekonomi memiliki caranya masing – masing untuk meningkatkan perekonomian negaranya, termasuk proses percepatan industrialisasi dalam rangka menin...

Materi 7 : Ekonomi Politik Pembangunan

Gambar
       Di dunia kita ini, dikenal istilah untuk membagi capaian pembangunan negara, yaitu negara maju dan negara berkembang. Negara berkembang atau secara resmi disebut sebagai Least Developed Countries (LDCs) merupakan negara yang pendapatannya rendah dan terkendala dalam mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan. Kendala itu bisa berupa kemiskinan dan banyaknya masyarakat yang kurang berpendidikan. Negara – negara ini juga rentan terhadap guncangan ekonomi dan lingkungan, sehingga aset negaranya cenderung rendah. Dilansir dari laman resmi PBB, saat ini ada 47 negara yang masih tergolong LDCs.             Ada banyak sekali teori – teori yang terkait dengan ekonomi politik pembangunan, namun dalam blog ini penulis akan menjabarkan tiga saja teori – teori yang berkaitan dengan mengapa negara harus mempunyai andil besar dalam pembangunan ekonomi.   1. Teori Keynesian Teori Keynes didasarkan pada kejadian ...

Materi 6 : Kosmopolitanisme Ekonomi

Gambar
  Kosmopolitanisme, secara etimologi, berasal dari bahasa Yunani, yaitu “kosmos” yang berarti dunia, dan “polites” yang berarti warga. Dalam ekonomi politik internasional, kosmpolitanisme merupakan sebuah gagasan yang mengusung moral kemanusiaan. Oleh karena itu, kosmpolitanisme diilhami oleh sudut pandang liberal. Dalam kosmpolitanisme, bekerja sama untuk mencapai kepentingan bersama adalah salah satu perwujudan perdamaian dunia. Pandangan ini tentu tidak asing bagi kita, karena liberalisme telah sejak dahulu mempromosikan ini. Kosmpolitan sangat bersemangat dalam mempromosikan global society / world citizen atau warga dunia. Maksudnya ialah, setiap individu tidak hanya dilabeli oleh warga negara sesuatu, namun masuk juga sebagai anggota komunitas masyarakat dunia. Sekarang kita beralih ke world citizen . Kosmopolitanisme, memang dapat secara sederhana dimaknai sebagai “semua suku bangsa merupakan satu komunitas tunggal dengan standar moralitas universal, yang mana harus mampu m...